Jumat, 13 Mei 2016

puisi yang kian sepi

malam ini
jam 20.56

hari mulai malam
kian datang kesunyian
hey kawan
lihatlah langit luar itu
adakah bintang yang terhitung ?
seperti itulah perasaanku
sunyi sepi

1 tahun lamanya
mungkin bagi sebagian orang itu sebentar
tapi apalah daya
ini namanya rindu
bagai nyanyian jangkrik di malam hari
syahdu mendayu

hay kawan
ingatkah kita disaat bersama
dalam 1 ruang kelas yang seperti kulkas itu
AC yang terlalu dingin
hingga memanggil OB untuk mengecilkan AC itu
aaah kebersamaan itu takkan terlupakan

senang susah kita bersama
berlari membawa telur dan melemparkannya
dan teriak " selamat ulang tahun "
kini tak ada lagi yang seperti itu
masa masa belajar yang begitu indah

ku ingat saat ada di suatu lorong kelas
duduk terdiam menunggu seseorang
hanya ada cahaya dari dalam kelas
sungguh ku menunggu sosok indah itu
hingga dia datang
membawa seribu pesona indah
suasana sepi berubah ramai
karena kalian
sahabat sahabatku

untuk kalian
ku sayang kalian

Sabtu, 23 Mei 2015

Pelajaran Hidup

Pelajaran hidup ini gue ambil dari 2 orang yang berarti di hidup gue...
entah kenapa 2 orang ini berbeda tapi nasehatnya sama..

iya nasehat....

suatu hal yang sering buat orang kepanasan dan tidak terima karena "keseringan" nyenggol ke kehidupan orang itu dalam hal yang buruk..

padahal nasehat bertujuan untuk memperbaiki seseorang kan?

nah gimana biar nasehat itu diterima oleh kita dan bisa diterapkan oleh kita ?

simple...
yaituuuu...

buka hatimuuuu :D
ikhlas, tenang, terima semua kekurangan, dan akui semua kesalahan

1 orang ini memberi nasehat ke gue
nasehatnya apa ?
berbuat baiklah kepada orang yang berbuat baik
dan
berbuat baiklah kepada orang yang berbuat jahat
maka seluruh kebaikan akan kembali ke kita

nah yang ke dua juga memberi nasehat ke gue, samaaa tapi kata katanya beda

jika kita berbuat baik kepada seseorang maka siapapun itu akan berbuat baik ke kita
jika kita berbuat jahat kepada seseorang mmaka siapapu  itu akan berbuat jahat ke kita...

bisa di tarik benang merahnya kan?
hidup itu adalah cermin bro

kita berani berbuat maka kita mendapat ganjarannya

kita main api maka akan terbakar

kita main air maka akan basah

dan ingat kita , gue dan elo elo pada itu manusia

manusia punya otak
dan otak itu tau aturan

hidup manusia udah di atur oleh Sang Maha Pencipta.. tiap - tiap momennya ada aturan..

tapi ada manusia yang mau hidupnya sekarepnya dia ..
atau sebebasnya dia..

yang gue bingung itu manusia apa bukan?

Hari Baru Baru dan Kita Baru

ohayyooo minna

tepat 23 Mei 2015 brooo
2015
d-u-a r-e-b-u l-i-m-a belassssss
gila ga tuh?
bahahahahahahaha
entah udah berapa lama ini blog ga gue buka dan udah ada lumut + jaring laba - laba sama telor telornya

gila
iya gue yang gila..
hahahahahahahaha

soal kata baru nih ya
definisinya sih ya sesuatu yang diperbarui dari hal yang udah lama...... -_-

ini gue yang baru
udah lulus dan bebas dr neraka PI
padahal gue belum skripsi -_-
haha S1 aja belum udah menderita

nyari kerja memang hal yang melelahkan
bukan karena kita ga di terima dimana - mana tapiii Sang Maha Pencipta masih menguji kesabaran kita untuk mencicipi manisnya kehidupan ini setelah melewati masa masa sulit....

seperti kata seorang manusia yang berarti di hidup gue..

melakukan sesuatu harus ikhlas agar mendapat hal yang lebih baik
tapi jangan berharap pd manusia
kecewa yang ada

udah itu aja untuk hari ini

see you next time
tetap dengarkan blog kecintaan anda
hanya disini
di hafiz.blogspot.com
hahahahahahahahaha

CurCol

ohayyo minna

ngopi dulu biar ga ngantuk tapi ga pake rokok ya :D

kasian rokok di bakar-bakar padahal udah bayar mahal-mahal

waah sekarang judulnya curcol
alias 'curhal colongan'

saat saat galau atau menyenangkan seseorang

momen kejadian yang unik . berawal dari hal yang tidak sengaja dan di dorong emosional yang tinggi serta rasa ingin di bebaskan dari sesaknya memendam rahasia atau masalah.

berbeda dengan curhat biasa . kalo curhat biasa tuh berdasarkan kesadaran yang penuh dari si pelaku curhat untuk menceritakan masalahnya .

tiap orang di dunia ini ga ada yang ga curhat , taroan dah sm gue kalo lo pada ga percaya :D
orang gila aja curhat sama dirinya sendiri yekan :D

curhat banyak macemnya , ada curhat tentang pacar , tentang keluarga atau tentang illfeel dengan teman sendiri . masih banyak lagi apalagi  cewe ye kan , cowonya berubah sifatnya sedikit aja langsung di curhatin.

nah sekarang gue curhat sama lo pada nih yang baca blog gue yang ga jelas bin aneh bin bingung

entah yaaaa
disaat kita suka sama orang dan dekat dengan orang lain
kadang orang yang kita suka ini malah kita lupakan .. bener ga?
ibarat pribahasa...
makin sering ketemu makin dekat makin suka makin nempel gitu

tapi memang harus ada waktunya sadar bro
kapan sadarnya?
yaaaaaaaa hingga ada rasa sakit di hati

Sabtu, 03 Mei 2014

ASURANSI

A.      Pengertian Asuransi
Pada prinsipnya, asuransi kerugian adalah mekanisme proteksi atau perlindungan dari risiko kerugian keuangan dengan cara mengalihkan risiko kepada pihak lain. Berikut adalah beberapa definisi asuransi menurut beberapa sumber :
1.      Menurut Kitab Undang-undang Hukum Dagang pasal 246
Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana sesorang penanggung mengikatkan diri kepada seseorang tertanggung, dengan menerima suatu premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin terjadi karena suatu peristiwa tak tentu.
2.      Menurut Undang-undang No. 2 Th. 1992 tentang Usaha Perasuransian
Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.
3.      Menurut Paham Ekonomi
Asuransi merupakan suatu lembaga keuangan karena melalui asuransi dapat dihimpun dana besar, yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan, disamping bermanfaat bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam bisnis asuransi, serta asuransi bertujuan memberikan perlindungan atau proteksi atas kerugian keuangan (financial loss), yang ditimbulkan oleh peristiwa yang tidak diduga sebelumnya (fortuitious event).



B.       Manfaat Asuransi
Pada dasarnya asuransi memberikan manfaat bagi pihak tertanggung, antara  lain:
1.    Rasa aman dan perlindungan
Polis asuransi yang dimiliki oleh tertanggung akan memberikan rasa aman dari risiko atau kerugian yang mungkin timbul. Kalau risiko atau kerugian tersebut benar-benar terjadi, pihak tertanggung (insured) berhak atas nilai kerugian sebesar nilai polis atau ditentukan berdasarkan perjanjian antara tertanggung dan penanggung.
2.    Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil
Prinsip keadilan diperhitungkan dengan matang untuk menentukannilai pertanggungan dan premi yang harus ditanggung oleh pemegang polis secara periodik dengan memperhatikan secara cermat faktor-faktor yang berpengaruh besar dalam asuransi tersebut. Untuk mendapatkan nilai pertanggungan, pihak penanggung sudah membuat kalkulasi yang tidak merugikan kedua belah pihak. Semakin besar nilai pertangguangan, semakin besar pula premi periodik yang harus dibayar oleh tertanggung.
3.    Polis asuransi dapat dijadikan sebagai jaminan untuk memperoleh kredit.
4.    Berfungsi sebagai tabungan dan sumber pendapatan
Premi yang dibayarkan setiap periode memiliki substansi yang sama dengan tabungan. Pihak penanggung juga memperhitungkan bunga atas premi yang dibayarkan dan juga bonus (sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak).
5.    Alat penyebaran risiko
Risiko yang seharusnya ditanggung oleh tertanggung ikut dibebankan juga pada penanggung dengan imbalan sejumlah premi tertentu yang didasarkan atas nilai pertanggungan.
6.    Membantu meningkatkan kegiatan usaha
Investasi yang dilakukan oleh para investor dibebani dengan risikokerugian yang bisa diakibatkan oleh berbagai macam sebab (pencurian, kebakaran, kecelakaan, dan lain-lain).


C.      Risiko dan Ketidakpastian
Secara umum, risiko adalah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan yang menimbulkan kerugian. Risiko dalam industri perasuransian diartikan sebagai ketidakpastian dari kerugian finansial atau kemungkinan terjadinya kerugian. Berikut ini adalah jenis-jenis risiko:
1.    Risiko murni
Adalah risiko yang apabila benar-benar terjadi, akan memberikan kerugian dan apabila tidak terjadi, tidak akan menimbulkan kerugian dan tidak juga memberikan keuntungan.
2.    Risiko spekulatif
Adalah risiko yang berkaitang dengan terjadinya dua kemungkinan, yaitu kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dam kemungkinan untuk mendapat kerugian.
3.    Risiko individu
Adalah risiko yang kemungkinan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Risiko individu ini masih dipilah menjadi 3 jenis :
a.    Risiko pribadi (personal risk)
Adalah risiko yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk memperoleh manfaat ekonomi. Atau dengan kata lain risiko ini berfungsi untuk menanggung dirinya sendiri atau orang yang ia asuransikan.
b.    Risiko harta (property risk)
Adalah risiko yang ditanggungkan atas harta yang dimilikinya rusak, hilang atau dicuri. Dengan kerusakan atau kehilangan tersebut, pemilik akan kehilangan kesempatan ekonomi yang diperoleh dari harta yang dimilikinya.
c.    Risiko tanggung gugat (liability risk)
Risiko yang mungkin kita alami atau derita sebagai tanggung jawab akibat kerugian atau lukanya pihak lain. Misalkan, pemberian asuransi oleh mandor bangunan kepada para pekerjanya.
Risiko yang dihadapi perlu ditangani dengan baik untuk mempertimbangkan kehidupan perekonomian di masa mendatang. Dalam menangani risiko tersebut minimal ada lima cara yang dapat dilakukan, antara lain:

1.    Menghindari risiko (risk avoidance)
Dapat dilaksanakan dengan cara mempertimbangkan risiko yang mungkin timbul sebelum kita melakukan aktivitas-aktivitas. Setelah mengetahui risiko yang mungkin timbul kit bisa menetukan apakah aktivitas tersebut bisa kita lanjutkan atau kita hentikan.
2.    Mengurangi risiko (risk reduction)
Tindakan ini hanya bersifat meminimalisasi risiko yang mungkin terjadi.
3.    Menahan risiko (risk retention)
Berarti kita tidak melakukan aktivitas apa-apa terhadap risiko tersebut. Risiko tersebut dapat ditahan karena secara ekonomis biasanya melibatkan jumlah yang kecil. Bahkan kadang-kadang orang tidak sadar akan usaha menahan risiko ini.
4.    Membagi risiko (risk sharing)
Tindakan ini melibatkan orang lain untuk sama-sama menghadapi risiko.
5.    Mentransfer risiko (risk transferring)
Berarti memindahkan risiko kerugian kepada pihak lain yang bersedia serta mampu memikul beban risiko.

D.      Prinsip Asuransi
1.    Insurable interest (kepentingan yang dipertanggungkan)
Pada prinsipnya merupakan hak berdasarkan hukum untuk mempertanggungkan suatu risiko yang berkaitan dengan keuangan, yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dengan sesuatu yang dipertanggungkan. Syarat yang perlu dipenuhi agar memenuhi kriteria insurable interest:
a.    Kerugiaan tidak dapat diperkirakan. Risiko yang bisa diasuransikan berkaitan dengan kemungkinan terjadinya kerugian. Kemungkian tersebut tidak dapat diperkirakan terjadinya.
b.    Kewajaran. Risiko yang dipertanggungkan dalam asuransi adalah benda atau harta yang memiliki nilai material baik bagi tertanggung maupun bagi penanggung.
c.    Catastrophic. Risiko yang mungkin terjadi haruslah tidak akan menimbulkan suaatu kemungkinan rugi yang sangat besar, yaitu jika sebagian besar pertanggungan kemungkinan akan mengalami kerugian pada waktu yang bersamaan.
d.   Homogen. Untuk memenuhi syarat dapat diasuransikan, barang atau harta yang akan dipertanggungkan harus homogen, yang berarti banyak barang yang serupa atau sejenis.
2.    Utmost Good Faith (itikad baik)
Dalam melakukan kontrak asuransi, kedua belah pihak dilandasi oleh itikad baik. Antar pihak tertanggung dan penanggung harus saling mengungkapkan keterbukaan. Kewajiban dari kedua belah pihak untuk mengungkapkan fakta disebut duty of disclosure.
3.    Indemnity
Konsep indemnity adalah mekanisme penanggung untuk mengompensasi risiko yang menimpa tertanggung dengan ganti rugi finansial. Konsep ini tidak dapat mengganti nyawa yang hilang atau anggota tubuh yang rusak atau cacat karena indemnity berkaitan dengan ganti rugi finansial.
4.    Proximate Cause
Adalah suatu sebab aktif, efisien yang mengakibatkan terjadinya suatu persitiwa secara berantai atau berurutan tanpa intervensi suatu ketentuan lain, diawali dan bekerja dengan aktif dari suatu sumber baru dan independent.
5.    Subrogation
Pada prinsipnya merupakan hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan kepentingan asuransinya mengalami suatu peristiwa kerugian.
6.    Contribution
Bahwa penanggung berhak mengajak penanggung-penanggung yang lain yang memiliki kepentingan yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada seorang tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing belum tentu sama besar.
Asuransi terdiri dari tiga kategori, yaitu:

  1. Asuransi Kerugian
  1. Asuransi Jiwa
  1. Asuransi Sosial
  1. Teori tawar-menawar (bargaining thoery). Menurut teori ini, setiap perjanjian hanya akan terjadi antara kedua belah pihak apabila penawaran (offer) dari pihak yang satu dihadapkan dengan penerimaan (acceptance) oleh pihak yang lainnya dan sebaliknya. Keunggulan toeri tawar-menawar adalah kepastian hukum yang diciptakan berdasarkan kesepakatan yang dicapai oleh kedua pihak dalam asuransi antara tertanggung dan penanggung.
  1. Teori penerimaan (acceptance theory). Dalam hukum Belanda, teori ini disebut ontvangst theorie mengenai saat kapan perjanjian asuransi terjadi dan mengikat tertanggung dan penanggung, tidak ada ketentuan umum dalam undang-undang perasuransian, yang ada hanya persetujuan kehendak antara pihak-pihak (pasal 1320 KUH Perdata). Menurut teori penerimaan, perjanjian asuransi terjadi dan mengikat pihak-pihak pada saat penawaran sungguh-sungguh diterima oleh tertanggung. Atas nota persetujuan ini kemudian dibuatkan akta perjanjian asuransi oleh penanggung yang disebut polis asuransi.
  1. 3.      Berakhirnya Asuransi
1. Karena Terjadi Evenemen
2. Karena Jangka Waktu Berakhir
3. Karena Asuransi Gugur
4. Karena Asuransi Dibatalkan


Kapan terjadinya Perjanjian Asuransi
Perjanjian asuransi yang dibuat oleh tertanggung dan penanggung itu terjadi dan mengikat kedua pihak, dari sudut pandang ilmu hukum terdapat 2 (dua) teori perjanjian tersebut:
Ada empat hal yang menyebabkan Perjanjian asuransi berakhir, antara lain sebagai berikut:            :
Perjanjian asuransi yang telah terjadi harus dibuat secara tertulis dalam bentuk akta yang disebut polis (pasal 255 KUHD). Polis ini merupakan satu-satunya alat bukti tertulis untuk membuktikan bahwa asuransi telah terjadi.


Kamis, 20 Maret 2014

Bagaimana Bank ?


sekarang kita membahas tentang perbankan 
 
Perbankan sering kali di indekkan dengan bank, berikut uraian tentang bank.
  • Pengertian bank
Bank berasal dari bahasa italia dari kata “banca” yang artinya meja yang digunakan sebagai tempat tukar menukar uang. Di Indonesia sendiri pengertian bank tercantum dalam Undang-undang No 10 tahun 1998 tentang perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali ke masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat.
  • Fungsi bank
Bank berfungsi sebagai penghimpun dan penyalur dana masyarakat, biasanya bank menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kepada perusahaan yang membutuhkan.
  • Jenis-jenis bank
Berdasarkan Undang-undang No 10 tahun 1998 tentang perbankan menyatakan bahwa bank di bagi menjadi 3 bagian yaitu:
    • Bank sentral

artikel tentang perbankan
Bank sentral adalah bank yang bertugas membimbing pelaksanaan kebijaksanaan pemerintah dan mengordinir, membimbing, serta mengawasi seluruh perbankan. Di Indonesia bank sentralnya bernama BI atau Bank Indonesia, bank ini merupakan lembaga independen yang bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak-pihak lainnya. Tujuan bank sentral yaitu untuk mencapai dan memelihara nilai rupiah di mata dunia. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Indonesia melaksanakan tugas-tugas berikut:
      1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
      2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
      3. Mengatur dan mengawasi Bank
    • Bank umum

bank umum
Bank umum adalah bank yang yang melaksanakan kegiatan secara konvensional dan berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran, bank umum biasa disebut Bank komersial. Fungsi utama bank ini adalah sebagai penghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali ke masyarakat atau sektor rill (dunia usaha). Adapun fungsi dan peran bank umum meliputi bank pemerintah, bank swasta nasional, dan bank asing, sebagai berikut:
      1. Menghimpun dana dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman.
      2. Menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang efesien dalam kegiatan ekonomi.
      3. Menciptakan uang melalui pembayaran kredit dan investasi.
      4. Menyediakan jasa pengelolaan dana bagi individu dan perusahaan.
      5. Memberikan fasilitas untuk perdagangan internasional.
      6. Memberikan pelayanan untuk penyimpanan barang-barang berharga.
      7. Menawarkan jasa-jasa keuangan lain berupa kartu kredit, transfer, ATM, cek perjalanan, dan lain sebagainya.
Usaha-usaha yang dilakukan bank umum berdasarkan dengan undang-undang nomor 10 tahun 1998, sebagai berikut:
      1. Memberikan kredit
      2. Menerbitkan surat pengakuan utang
      3. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa giro, tabungan, sertifikat deposito, deposito berjangka, dan jenis lainnya.
      4. Membeli, menjual, atau pun meminjamkan atau resiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya.
      5. Menempatkan dana pada, meminjam dana dari, atau meminjamkan dana dari, atau meminjamkan kepada bank lain, baik berupa surat, telekomunikasi, wesel unjuk, cek, maupun sarana lain.
      6. Bertindak sebagai pendiri dan pengurus dana pensiun.
      7. Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun kepentingan nasabah.
      8. Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga dan melakukan perhitungan dengan pihak ketiga
      9. Menerima penitipan barang berharga dari pihak ketiga berdasarkan kontrak
      10. melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan oleh bank umum.
    • Bank pengkreditan rakyat

Bank Pengkreditan Rakyat
Bank pengkreditan rakyat atau BPR adalah bank yang melaksanakan kegiatan perbankan secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. BPR berfungsi sebagai badan usaha yang bertugas menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan deposito berjangka, menyalurkan dana tersebut kembali ke masyarakat dengan memberikan pelayanan bagi golongan ekoniomi lemah atau pengusaha kecil,  tabungan dan bentuk lain yang serupa dengannya. Untuk menjalankan fungsinya BPR perlu melakukan usaha-usaha berikut:
      1. Menempatkan dananya dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), sertifikat deposito, deposito berjangka, atau bentuk tabungan lainnya.
      2. Menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan, ataupunbentuk lainnya yang sama dengan itu.
      3. Memberikan kredit
      4. Menyediakan pembiayaan dan penempatan dana berdasarkan prinsip syariah, yang sesuai dengan ketentuan BI
    • Bank syariah

bank syariah
Bank syariah adalah bank yang melaksanakan kegiatan perbankannya dengan prinsip syariah (hukum islam), bank ini menghimpun dana dengan tidak memberikan imbalan bunga dan dalam pinjaman tidak dipungut bunga. Sistem yang mendasarinya yaitu larangan agama islam untuk tidak memungut maupun meminjamkan dengan bunga atau yang sering disebut riba. Dalam melaksanakan tujuannya bank syariah menganut prinsip-prinsip berikut:
      1. Prinsip mudharabah
      2. Prinsip murabahah
      3. Prinsip musharakah
      4. Prinsip wadiah
      5. Prinsip ijarah
HUKUM PERBANKAN DI INDONESIA

Apa yang perlu diketahui dari rahasia Bank?



Kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan rahasia Bank, sehingga kalau kita menjadi nasabah Bank, kita akan mengetahui secara pasti apa-apa yang boleh dan tidak boleh diberikan pada pihak luar oleh Bank. Dalam dunia modern sekarang ini, hampir setiap orang yang telah cukup umur berhubungan dengan Bank, entah sekedar menyimpan uang, ataupun mengirim uang melalui transfer, meminjam uang dan sebagainya.

Dasar Hukum ketentuan rahasia bank di Indonesia, mula-mula adalah Undang-undang no.7 tahun 1992 tentang Perbankan, tetapi kemudian diubah dengan Undang-undang no.10/1998. Sesuai pasal 1 ayat 28 Undang-undang no.10/1998, berbunyi sebagai berikut:

Rahasia Bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai Nasabah Penyimpan dan Simpanannya.

Lingkup Rahasia Bank



Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul adalah: Apakah yang harus dirahasiakan ini hanya terbatas kepada keuangan nasabah penyimpan dana saja? Apakah juga menyangkut keadaan keuangan nasabah debitur? Apakah lingkup rahasia Bank hanya menyangkut pasiva (liabilities) bank berupa dana nasabah bank, ataukah juga meliputi aktiva (assets) bank berupa kredit Bank kepada nasabah. Apakah juga menyangkut penggunaan jasa-jasa bank yang lain, selain jasa penyimpanan dana dan jasa pemberian kredit?
Dari rumusan pasal 40 Undang-undang No.10/1998, secara eksplisit disebutkan bahwa lingkup rahasia bank adalah bukan saja menyangkut simpanan nasabah, tetapi juga (identitas) nasabah penyimpan yang memiliki simpanan tersebut. Bahkan dalam rumusan pasal 40, “Nasabah Penyimpan” disebut lebih dahulu daripada “Simpanannya”.

Di beberapa negara, lingkup dari rahasia bank tidak ditentukan hanya terbatas kepada keadaan keuangan nasabah, tetapi meliputi juga identitas nasabah yang bersangkutan.

Informasi mengenai mantan nasabah



Di dalam praktek perbankan atau praktek bisnis, sangat lazim seorang nasabah berpindah-pindah atau berganti-ganti bank, seperti juga adalah lazim seorang nasabah mempunyai simpanan pada beberapa bank. Timbul pertanyaan, apakah bank masih terikat terhadap kewajiban rahasia bank setelah nasabahnya tidak lagi menjadi nasabah bank yang bersangkutan? Hal ini ternyata tidak diatur atau ditentukan oleh undang-undang, baik oleh undang-undang no.7/1992 maupun undang-undang no.10/1998.

Mengingat tujuan dari diadakannya ketentuan mengenai kewajiban rahasia bank, sebaiknya undang-undang perbankan Indonesia menentukan kewajiban rahasia bank tetap diberlakukan sekalipun nasabah yang bersangkutan telah tidak lagi menjadi nasabah bank yang bersangkutan.

Siapa yang berkewajiban memegang teguh rahasia Bank?



Menurut pasal 47 ayat (2) Undang-undang no.10/1998, yang berkewajiban memegang teguh rahasia bank adalah:

Anggota Dewan Komisaris Bank
Anggota Direksi Bank
Pegawai Bank
Pihak terafiliasi lainnya dari Bank

Siapakah yang dikategorikan sebagai “pegawai bank”



Menurut penjelasan pasal 47 ayat (2) yang dimaksudkan “pegawai bank” adalah “semua pejabat dan karyawan bank”. Lingkup sasaran tindak pidana rahasia bank menurut pasal tsb terlalu luas, karena berarti rahasia bank berlaku bagi siapa saja yang menjadi pegawai bank, sekalipun pegawai bank tersebut tidak mempunyai akses atau tak mempunyai hubungan sama sekali dengan nasabah penyimpan dan simpanannya, seperti: pramubakti, satpam, pengemudi, pegawai di unit yang mengurusi kendaraan dan masih banyak lagi.

Kewajiban merahasiakan bagi mantan pegawai bank



Seorang pegawai bank, ada kemungkinan tak selamanya menjadi pegawai bank tersebut, bisa karena telah tiba masa pensiun, keluar dan menjadi pegawai di perusahaan lain, meninggal dan sebagainya. Pada krisis moneter, banyak pegawai bank yang terkena PHK karena bank nya terkena likuidasi.

Pertanyaan yang muncul, apakah mantan pegawai bank masih tetap terkena oleh kewajiban memegang teguh rahasia bank yang menjadi kewajibannya sewaktu yang bersangkutan masih menjadi pegawai aktif di bank yang bersangkutan? Ternyata Undang-undang no.7/1992 maupun Undang-undang no.10/1998 tak mengaturnya.

Beberapa negara menentukan bahwa mantan pengurus dan pegawai bank terikat oleh kewajiban rahasia bank. Ada yang menentukan keterikatannya itu berakhir setelah beberapa tahun sejak saat yang bersangkutan berhenti sebagai pengurus atau pegawai bank, ada pula yang menentukan kewajiban tersebut melekat terus sampai seumur hidup.

Pengertian pihak terafiliasi lainnya



Sebagaimana ditentukan dalam pasal 1 ayat (22) Undang-undang no.10/1998, yang dimaksud pihak terafiliasi adalah:
anggota dewan komisaris, pengawas, pengelola atau kuasanya, pejabat atau karyawan bank, anggota pengurus, pengawas, pengelola, atau kuasanya, pejabat atau karyawan bank, khusus bagi bank yang berbentuk hukum koperasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku pihak yang memberikan jasanya kepada bank, antara lain: akuntan publik, penilai, konsultan hukum, dan konsultan lainnya pihak yang menurut penilaian Bank Indonesia, turut serta mempengaruhi pengelolaan bank, antara lain pemegang saham dan keluarganya, keluarga komisaris, keluarga pengawas, keluarga direksi, keluarga pengurus.

Pengecualian atas kewajiban rahasia bank



Undang-undang no.10/1998 memberikan pengecualian dalam 7 (tujuh) hal. Pengecualian tersebut tidak bersifat limitatif, artinya di luar 7 (tujuh) hal yang telah dikecualikan itu tidak terdapat pengecualian yang lain. Pengecualian itu adalah:
  • Untuk kepentingan perpajakan dapat diberikan pengecualian kepada pejabat pajak berdasarkan perintah Pimpinan Bank Indonesia atas permintaan Menteri Keuangan (pasal 41)

  • Untuk penyelesaian piutang bank yang sudah diserahkan kepada Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/Panitia Urusan Piutang Negara, dapat diberikan pengecualian kepada Pejabat Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/PUPN atas izin Pimpinan Bank Indonesia (pasal 41A)

  • Untuk kepentingan peradilan dalam perkara pidana dapat diberikan pengecualian kepada polisi, jaksa atau hakim atas izin Pimpinan Bank Indonesia (pasal 42)

  • Dalam perkara perdata antara bank dengan nasabahnya dapat diberikan pengecualian tanpa harus memperoleh izin Pimpinan Bank Indonesia (pasal 43)

  • Dalam rangka tukar menukar informasi di antara bank kepada bank lain dapat diberikan pengecualian tanpa harus memperoleh izin dari Pimpinan Bank Indonesia (pasal 44)

  • Atas persetujuan, permintaan atau kuasa dari nasabah penyimpan secara tertulis dapat diberikan pengecualian tanpa harus memperoleh izin Pimpinan Bank Indonesia (pasal 44A ayat 1)

  • Atas permintaan ahli waris yang sah dari nasabah penyimpan dana yang telah meninggal dunia (pasal 44A ayat 2)


Sehubungan dengan pengecualian yang bersifat limitatif tersebut, apabila ada pihak-pihak lain (selain yang telah ditentukan sebagai pihak-pihak yang boleh memperoleh pengecualian) meminta penjelasan mengenai keadaan keuangan suatu nasabah dari suatu bank, jelas jawabannya adalah “Tidak Boleh”.

Sifat limitatif dari pengecualian itu bukan tidak dapat diperluas, asal perluasannya ditentukan oleh undang-undang. Apabila pengecualian di dalam undang-undang perlu ditambah, maka penambahan dapat dilakukan dengan:

Mengubah Undang-undang no.10/1998, atau Memberikan tambahannya dengan mencantumkannya dalam undang-undang tersendiri.

Dari ulasan di atas terlihat, bahwa Bank merupakan lembaga yang harus beroperasi secara prudent. Mengapa? Bank adalah bagian dari sistim keuangan dan sistim pembayaran suatu negara. Kepentingan masyarakat untuk menjaga eksistensi bank sangat penting, karena ambruknya bank dapat mengakibatkan domino effect, yaitu menular kepada bank-bank lain, yang akan mengganggu fungsi sistim keuangan dan sistim pembayaran negara yang bersangkutan.

Bank adalah lembaga keuangan yang eksistensinya tergantung pada kepercayaan para nasabahnya, yang mempercayakan dana dan jasa-jasa lain, yang dilakukan nasabah melalui bank. Oleh karena itu bank sangat berkepentingan agar kadar kepercayaan masyarakat, yang telah maupun yang akan menyimpan dananya, maupun yang telah atau akan menggunakan jasa-jasa bank lainnya, terpelihara dengan baik. Salah satu faktor untuk memelihara kepercayaan masyarakat terhadap suatu bank, adalah kepatuhan bank terhadap kewajiban rahasia bank.

sumber : 


Rabu, 19 Maret 2014

Suka ?

hay semua
selamat pagi :D
pagi yang indah walau matahari belum terbit :)

ada yang ingin penulis ceritakan nih , 
tentang SUKA
suka dengan cewe pastinya :D
karena penulis di sini berkelamin cowo 
gamungkin kan suka atau cinta sama cowo :D
homo dong gue wkwkwkwkwkwk

kalo suka ya katakanlah
jangan sampai telat nanti malah terlambat
akhirnya hanya penyesalan

punya perasaan jangan di pendam 
jangan gengsi , maka katakanlah
sebelum berbuah penyesalan
lo masuk kamar 
nangis ga karuan

banyak yang bisa kita lakukan bersama orang yang kita suka
jalan bareng , makan bareng
indah deh rasanya
ngeliatin dia aja udah seneng
ga perlu kemana-mana
cukup liatin dia aja
udah cukup ko buat nutrisi tiap hari
4 sehat 5 sempurna

disaat lo terus memikirkannya
khawatir padanya
entah khawatir dia keujanan atau kenapa2 dijalan
entah apa yang nanti dia balas ke kita
yang kita tau tersenyum didepan dia

buah dari suka adalah cinta
tapi ada saatnya sebuah cinta tidak akan berbuah
beberapa faktor penghalangnya
 
banyak kenangan yang kita buat dengan teman yang kita sukai
tapi buruan sadar , lo harus sadar
kalo dia udah ada yang punya
bangun bangun
lo harus lepasin dia sejauh mungkin
ga mungkin kita ngerusak hubungannya dia
kasian kan ? kalo mementingkan egoisme kita sendiri

ikhlas memang hal sulit tapi harus di hadapi
kalo lo seorang lelaki 
memnyukai tantangan
maka tantanglah diri lo buat ngelupain dia
bukan ngerebut hati dia
kalo lo rebut , itu sih cara cowo yang udah terlalu mainstream
biasa aja ga berlevel apapun